Istilah & Definisi
Glosarium
Glosarium istilah batik: canting, malam, mori, cap, tulis, soga, indigo, dan istilah penting lainnya dalam pembuatan batik Indonesia.
Teknik
Batik yang digambar sepenuhnya dengan tangan menggunakan canting. Prosesnya memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Dianggap paling berharga karena setiap goresan unik.
Batik yang dibuat dengan stempel tembaga (cap). Teknik ini diperkenalkan sekitar tahun 1920-an di Pekalongan dan memungkinkan produksi jauh lebih cepat daripada batik tulis.
Batik yang dicetak menggunakan mesin offset atau digital. Tidak melalui proses lilin perintang, sehingga harganya lebih rendah dan polanya sangat seragam.
Alat
Alat tembaga kecil dengan gagang kayu yang digunakan untuk menerangkan malam ke atas kain. Ujungnya adalah mulut kecil yang memungkinkan garis halus.
Stempel yang terbuat dari lembaran tembaga yang dibentuk menjadi pola. Digunakan untuk mencetak lilin ke atas kain dalam teknik batik cap.
Rak kayu atau bambu yang digunakan untuk menggantung kain selama proses pembuatan batik. Kain diletakkan secara horizontal di atas gawangan.
Bahan
Lilin khusus yang digunakan sebagai perintang pewarna dalam proses batik. Malam adalah campuran lilin lebah, parafin, dan resin. Ketika diaplikasikan ke kain, malam mencegah pewarna menembus area tersebut.
Kain kapas putih polos yang menjadi bahan dasar batik. Kualitas mori sangat menentukan kualitas batik yang dihasilkan.
Pewarna alami dari kulit pohon Peltophylum pterocarpum. Menghasilkan warna cokelat khas batik Jawa pedalaman. Ada tiga jenis utama: soga jambal, soga tingi, dan soga nogosari.
Pewarna alami dari tanaman Indigofera tinctoria yang menghasilkan warna biru tua. Banyak digunakan dalam batik Jawa dan pesisir.
Proses
Proses merendam kain batik dalam air panas untuk menghilangkan lilin setelah pewarna selesai. Ini adalah tahap akhir pembuatan batik.
Proses menggambar pola ke atas kain menggunakan canting yang diisi lilin panas. Istilah ini mengacu pada teknik dasar batik tulis.
Motif
Elemen pengisi yang menempati ruang kosong dalam motif batik. Bisa berupa titik, garis halus, bunga kecil, atau pola geometris. Menambah kedalaman dan tekstur pada motif.
Pola geometris berulang yang menjadi fondasi motif batik. Biasanya berbentuk lingkaran, persegi, atau pola simetris lainnya.
Filosofi
Motif batik yang hanya boleh dipakai oleh tingkatan tertentu (biasanya bangsawan keraton). Memakai motif larangan tanpa pangkat yang sesuai dianggap melanggar adat.
Klasifikasi
Batik yang berkembang di pantai utara Jawa. Ditandai dengan warna cerah, motif bebas, dan akulturasi budaya Tionghoa, Arab, dan Eropa.
Batik yang berkembang di pedalaman Jawa, terutama di lingkungan keraton. Ditandai dengan warna soga, motif filosofis, dan aturan penggunaan yang ketat.